Tuesday, 21 July 2015

When We Child & Want To Grow Up

Saat kita masih kecil, banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan. Seperti bermain bersama teman-teman, belajar dengan teman sekolah, mengaji di sore hari sepulang sekolah. Rasanya tenaga kita begitu banyak hingga ingin melakukan banyak hal tanpa mengenal lelah.
Tapi ada kalanya disaat kita melihat atau menyaksikan sesuatu, baik itu secara real atau melalui TV, kita sebagai anak kecil ingin cepat-cepat menjadi dewasa. Misalnya ada hal-hal yang membuat bosan anak kecil hingga ingin cepat melaluinya seperti terlalu banyak PR yang harus dikerjakan, belum bisa melakukan ini-itu, dan lain-lain. Dan juga ingin melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang dewasa, misalnya mengendarai sepeda motor, nonton di bioskop, mengendarai mobil, dan lain sebagainya. Tapi tatkala sudah dewasa, kita yang sudah dewasa ingin mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk kembali menjadi anak kecil. Karena semakin kita dewasa, tugas dan tanggung jawab yang kita pikul semakin banyak. Mulai dari sekolah, kuliah, bekerja, meningkatkan karir, menikah, menafkahi keluarga, dan banyak lagi hal-hal yang harus dilakukan oleh "orang dewasa".
Inilah hidup sebagai manusia, mahluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai nafsu dan tidak pernah terpuaskan atas apa yang telah dicapainya.

Beberapa gambar yang cukup mencerminkan disaat anak kecil ingin tumbuh menjadi orang dewasa :

1. Disaat masih anak-anak, menemukan uang 10 ribu saja sudah sangat senang. Tapi disaat dewasa, berapapun uang yang sudah kita dapatkan, akan selalu terasa kurang.

2. Disaat masih anak-anak, kita mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler dan rasanya masih ingin ada kegiatan lain. Tapi sudah dewasa, kita selalu merasa sibuk dan kekurangan waktu.

3. Disaat masih anak-anak, senang sekali telah memiliki 4 teman yang selalu bermain bersama. Tapi disaat dewasa, 500 teman di sosial media lebih penting dan itupun masih merasa kurang.

4. Disaat masih anak-anak, rasanya kita sudah tidak senang untuk pergi ke sekolah. Alasanya gurunya tidak suka lah, dan lain-lain, sehingga ingin cepat bekerja dan menghasilkan uang. Tapi sudah dewasa, tidak suka dengan pekerjaannya. Alasannya bosnya tidak suka padanyalah, dan merindukan masa-masa sekolah dulu.

5. Disaat anak-anak, suka merasa bahwa orang tua itu menjengkelkan, karena mereka tidak bisa mengerti perasaan kita disaat masih anak-anak. Tapi disaat dewasa, mereka akan mengerti bahwa orang tua adalah yang terbaik yang telah mengajarkan segalanya pada kita.

6. Disaat anak-anak, jika kita sudah suka dengan 1 mainan, kita akan terus menjaganya bahkan hingga mainan tersebut rusak. Tapi disaat dewasa, kita akan lebih mudah bosan akan sesuatu. Terlebih di jaman digital seperti sekarang ini, memiliki sebuah iphone baru akan sangat menjadi kebutuhan dan iphone atau smartphone lama pun ditinggalkan.

7. Disaat anak-anak, kita memiliki keinginan yang sangat besar hingga tak terbatas. Itu karena kita adalah anak-anak, yang memiliki imajinasi tertinggi dibanding tingkat umur manapun. Tapi disaat dewasa, imajinasi kita perlahan menurun. Keinginan kita pun juga menurun, sehingga semangatnya pun ikut turun.

8. Disaat anak-anak, kita seperti memiliki energi yang tak habis-habis, hingga bermain lari-larian tanpa kenal lelah. Tapi disaat dewasa, rasanya ingin segala sesuatu lebih praktis dan otomatis.

9. Disaat anak-anak, kita hampur tidak mempedulikan penampilan kita. Bahkan jika rambut kita dibotakin sekalipun, kita tidak peduli. Tapi disaat dewasa, salah sedikit saja potong rambut, boring-nya setengah mati..

10. Disaat anak-anak, mainan apa yang kita miliki terasa sudah sangat bagus sekali. Seperti nintendo, gameboy, dan lain-lain. Tapi disaat dewasa seiring perkembangan jaman, jaringan 3G dirasa sangat lamban untuk mengakses internet.

11. Disaat anak-anak, keseluruhan hari adalah waktunya bermain, tidak peduli siang ataupun malam. Tapi disaat dewasa, rasanya kita hanya memiliki hari bebas di weekend saja, karena Senin-Jumat sudah disibukkan dengan pekerjaan.

12. Disaat anak-anak, bermain diluar rumah adalah suatu kebahagiaan. Bisa bermain ditaman, melihat indahnya alam. Tapi disaat dewasa, rasanya lebih nyaman di dalam rumah dan menghabiskan waktu untuk tidur dan bermain dengan smartphone-nya.

13. Disaat anak-anak, kita memiliki energi tiada batas hingga ingin melakukan segalanya tanpa lelah. Tapi disaat dewasa, kita hanya ingin melakukan "bekerja saja" yang diutamakan, untuk hal lain akan dipertimbangkan.

14. Disaat anak-anak, ingin cepat-cepat menjadi orang dewasa. Tapi disaat dewasa, suatu waktu ingin kembali merasakan menjadi anak-anak.

Pada intinya adalah, lakukan terbaik mulai saat ini, karena waktu takkan bisa terulang 0.1 detik pun. Dan syukuri apa yang telah engkau dapatkan. InshaAllah hal baik akan terjadi pada kita semua. Aamiin

No comments:

Post a Comment