Thursday, 23 July 2015

Kisah Pencuri Kue

Ada seorang wanita yang sedang menunggu di bandara pada suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk menghabiskan waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di salah satu toko di bandara. Setelah itu ia mendapatkan tempat duduk untuk membaca buku yang baru dibelinya tersebut.
Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaku di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada di antara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, sambil memakan kuenya tersebut. Sementara si pencuri kue yang kurang ajar itu terus memakan kue hingga menghabiskannya. Ia pun semakin kesal karena kuenya sudah habis dimakan oleh si pencuri kue.
Wanita itu sempat berpikir “Jika aku bukan orang baik, sudah kupukul dia!”. Setiap dia mengambil satu kue, lelaki itu juga mengambil satu kue. Ketikan hanya tersisa satu kue, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Lalu si lelaki dengan dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup, dia mengambil kue terakhir dan membaginya menjadi dua. Si lelaki menawarkan separuh kue miliknya ke wanita, sementara separuhnya lagi ia makan. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir “Ya ampun, orang ini berani sekali. Ia juga kasar dan tidak berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.


Akhirnya ia menghela napas lega saat penerbanganya diumumkan. Ia membereskan barang miliknya dan menuju pintu gerbang tanpa menoleh pada “si pencuri” yang tidak tahu berterima kasih.
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. “Koq milikku ada disini” erangnya dengan patah hati. Jadi kue yang ia makan di bandara bukanlah miliknya, tetapi milik lelaki yang bersedia berbagi. Terlambat untuk meminta maaf, ia tersandar sedih.
Ia pun tersadar, bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tidak tahu berterima kasih, dan dia sendirilah pencuri kue itu.




Catatan : Kita seringkali menganggap diri kita adalah lebih baik dari orang lain, tanpa mengintrospeksi apa saja kekurangan yang kita miliki. Maka dari itu, sebelum melihat kekurangan orang lain, periksalah diri dahulu, apakah kita sudah lebih baik?

No comments:

Post a Comment