Thursday, 23 July 2015

Kepintaran Si Bodoh

Seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur langganannya, yang letaknya tidak begitu jauh dari kantornya. Disana dia melihat ada seorang anak berusia 10 tahunan yang sedang berlari-lari dan melompat, tepat di depan toko si tukang cukur berada.
Tak lama, si tukang cukur berkata : “Itu Benu namanya pak. Dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal”.
“Masa, apa iya ?” jawab si pengusaha.
Karena ingin membuktikan ucapannya, lalu si tukang cukur memanggil si Benu ke dalam toko. Kemudian ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan selembar uang Rp 2.000 dan koin Rp 1.000. Lalu si tukang cukur menyuruh Benu memilih “Benu, kamu boleh pilih dan ambil salah satu dari uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil” kata si tukang cukur.
Benu lalu melihat ke tangan tukang cukur, disana terdapat uang Rp 2.000 dan uang Rp 1.000. Lalu dengan cepat tangan si Benu bergerak mengambil uang Rp 1.000. Setelah itu Benu pergi keluar toko lagi sambil melompat kesenangan.
Lalu si tukang cukur dengan penuh bangga (karena berhasil membuktikan kebodohan Benu), lalu melirk dan berbalik ke arah si pengusaha dan berkata :”Benar kan yang saya katakan tadi, Benu itu memang anak paling bodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya mengetes dia seperti itu tadi, dan dia selalu mengambil uang logam yang nilainya lebih kecil” katanya.
Setelah si pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan dia melihat si Benu. Karena merasa penasaran dengan apa yang dilihat sebelumnya di tempat tukang cukur, si pengusaha pun memanggil Benu dan bertanya :”Benu, kenapa kamu memilih dan mengambil uang yang Rp 1.000 dari si tukang cukur tadi? Kenapa kamu tidak ambil yang Rp 2.000? padahal kan nilainya lebih besar 2 kali lipat dari Rp 1.000?” tanya si pengusaha dengan penasaran.

Benu pun tertawa kecil sambil berkata “Saya tidak akan dapat lagi Rp 1.000 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang Rp 2.000. Kalau saya ambil yang Rp 2.000, berarti permainannya selesai dan kapan lagi saya dapat uang jajan gratis setiap hari” jawab Benu sambil tersenyum.


Catatan : Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Orang dewasa belum tentu lebih pintar dari anak kecil. Begitupula orang yang kuliah belum tentu lebih pintar dari yang hanya lulusan SD. Bahkan kita sebagai manusia pun tidak jarang belajar dari mahluk hidup lain seperti tumbuhan dan hewan ciptaan Allah. Jangan pernah menganggap remeh seseorang dari fisik luarnya saja. Ukuran kepintaran hanya Allah SWT yang mengetahui. Alangkah lebih bijaksana jika kita tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Di atas langit masih ada langit yang lain.

“Orang yang pintar adalah orang yang memuliakan dirinya serta mempersiapkan dirinya untuk kehidupan selepas mati, sementara orang bodoh adalah orang yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsu serta mengharapkan keinginannya dikabulkan oleh Allah” (H.R at-Thirmidzi).


No comments:

Post a Comment